Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Soppeng, Muhammad Rismat, ini menjadi tonggak dimulainya pencacahan ekonomi secara menyeluruh di seluruh wilayah Kabupaten Soppeng hingga akhir Agustus mendatang.
Sebagai program nasional, SE2026 bertujuan memotret secara komprehensif kondisi dan aktivitas ekonomi masyarakat. Data yang dihimpun melalui sensus ini akan menjadi landasan penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Bupati Soppeng menjadi responden pertama dalam pelaksanaan sensus tersebut. Langkah ini sekaligus menjadi simbol dukungan pemerintah daerah terhadap upaya menghadirkan data ekonomi yang akurat dan terpercaya. Kehadiran kepala daerah sebagai responden pertama juga diharapkan mendorong partisipasi aktif masyarakat dan pelaku usaha untuk menerima petugas sensus serta memberikan informasi yang benar dan lengkap.
Sebelumnya, pelaksanaan lapangan SE2026 di Kabupaten Soppeng telah ditandai dengan pelepasan petugas sensus yang berlangsung di Hotel Grand Saota pada 11 Juni 2026. Pendataan secara door-to-door dijadwalkan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Kepala BPS Kabupaten Soppeng, Muhammad Rismat, mengungkapkan bahwa sebanyak 243 petugas lapangan telah disiapkan untuk menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Soppeng. Para petugas tersebut telah mengikuti pelatihan teknis guna memastikan proses pendataan berjalan sesuai standar dan menghasilkan data berkualitas.
Secara regional, BPS Sulawesi Selatan mengerahkan 8.776 petugas sensus yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota untuk menyukseskan pelaksanaan SE2026, termasuk di Kabupaten Soppeng.
Pada saat pencanangan sebelumnya, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng menegaskan bahwa data yang akurat merupakan fondasi utama pembangunan daerah.
“Data akurat adalah fondasi pembangunan. Pembangunan yang baik harus didukung data yang valid agar pemerintah dapat menyusun kebijakan yang tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha di Kabupaten Soppeng untuk berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan informasi yang benar kepada petugas sensus. Menurutnya, data yang berkualitas akan menjadi modal penting dalam merancang pembangunan yang lebih efektif dan berkelanjutan di masa mendatang.
Dengan dimulainya pendataan SE2026, Kabupaten Soppeng mengambil bagian dalam upaya nasional membangun basis data ekonomi yang kuat—sebagai pijakan menghadirkan kebijakan yang lebih presisi dan pembangunan yang semakin berpihak pada kebutuhan masyarakat.
0 Komentar