Breaking News

192 Pasang Bertanding, Bupati Soppeng Ikut Larut dalam Hangatnya PORDI Ganra Cup I

Petarakyat.com, SOPPENG — Suasana Turnamen Domino PORDI Ganra Cup I 2026 di Desa Ganra, Kecamatan Ganra, Sabtu (3/10/2026), berlangsung lebih dari sekadar pertandingan.
Di tengah riuh permainan dan berkumpulnya warga, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng hadir dan berbaur langsung dengan masyarakat.

Tanpa sekat formalitas, ia menyapa warga dan menikmati suasana turnamen yang mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang.

Sebanyak 192 pasang peserta ambil bagian dalam turnamen tersebut. Meja-meja domino menjadi ruang perjumpaan yang mencairkan suasana, ketika warga, pemuda, tokoh masyarakat hingga pejabat duduk dan berbincang dalam suasana yang akrab.

Kehadiran Bupati Soppeng di arena turnamen pun mendapat perhatian tersendiri. Suwardi tidak sekadar hadir sebagai kepala daerah, tetapi turut merasakan suasana kebersamaan yang tercipta di tengah masyarakat.

Bagi masyarakat Ganra, domino bukan hanya permainan. Lebih dari itu, permainan rakyat tersebut telah menjadi bagian dari interaksi sosial warga.
Di meja domino, perbedaan usia, pekerjaan maupun status sosial seolah tidak menjadi pembatas. Setiap orang dapat duduk bersama, bercakap, bercanda dan membangun kembali kedekatan yang menjadi bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat.

Kepala Desa Ganra, Andi Wahyu Gunawan, mengatakan PORDI Ganra Cup I digelar sebagai ruang kebersamaan sekaligus upaya menjaga permainan rakyat yang telah memiliki akar kuat dalam kehidupan sosial masyarakat.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan ruang perjumpaan yang sederhana dan alami, tempat warga dapat bertemu tanpa harus dibatasi urusan pekerjaan, jabatan maupun kelompok.

“Siapa pun bisa duduk di satu meja, tanpa melihat siapa dia dan apa jabatannya. Kita ingin terus menghidupkan rasa saling mengenal, saling menghargai dan rasa memiliki terhadap kampung,” kata Andi Wahyu Gunawan.

Ia menilai, kehadiran Bupati Soppeng di tengah masyarakat memberikan warna tersendiri bagi pelaksanaan turnamen.

“Kehadiran Pak Bupati sebagai pertanda kesederhanaan. Beliau berbaur dan menyatu dengan masyarakat, duduk bersama, bercakap tanpa perbedaan kelas. Ini adalah kebersamaan,” ujarnya.

Andi Wahyu menambahkan, hubungan sosial di tengah masyarakat akan lebih mudah terbangun ketika tersedia ruang perjumpaan yang sederhana, terbuka dan tidak kaku.

Karena itu, PORDI Ganra Cup I 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai ajang kompetisi. Turnamen tersebut juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, membangun keakraban antarmasyarakat serta menjaga permainan rakyat agar tetap hidup dan berkembang.

Di tengah kesibukan dan berbagai aktivitas masyarakat, sebuah meja domino sederhana akhirnya menjadi ruang untuk kembali duduk bersama—tanpa sekat, tanpa jarak, dan dalam suasana penuh keakraban.
Baca Juga

0 Komentar

© Copyright 2022 - PETA RAKYAT