Kebanggaan tersebut semakin terasa ketika selendang wastra karya perajin Soppeng dikenakan oleh Ketua Umum TP PKK Pusat, Tri Tito Karnavian, sebagai pelengkap busananya pada acara penutupan HUT ke-46 Dekranas dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Nasional ke-54.
Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, menghadiri langsung penutupan kegiatan tersebut bersama Ketua Dekranasda Kabupaten Soppeng, Hj. Suarni Suwardi, didampingi jajaran pengurus Dekranasda Kabupaten Soppeng.
Acara penutupan dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang sekaligus menandai berakhirnya rangkaian kegiatan nasional Dekranas di Makassar. Selama beberapa hari pelaksanaan, kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi para perajin, pelaku UMKM, dan pengurus Dekranas dari berbagai daerah untuk mempromosikan karya terbaiknya.
Dalam sambutannya, Tito Karnavian menegaskan bahwa penyelenggaraan HUT Dekranas tidak hanya memberikan dampak ekonomi bagi daerah tuan rumah, tetapi juga menjadi langkah penting dalam memperkenalkan kerajinan Indonesia ke pasar yang lebih luas.
"Lebih dari itu, acara ini menghidupkan kembali potensi kerajinan Indonesia yang harus kita jaga dan kita kembangkan agar mampu menembus pasar dunia," ujarnya.
Menurut Tito, industri kerajinan dunia memiliki potensi pasar yang sangat besar, mencapai sekitar Rp500 triliun setiap tahun. Karena itu, para perajin daerah didorong untuk terus meningkatkan kualitas produk, berinovasi, dan memperluas akses pemasaran agar mampu bersaing di tingkat global.
Selama mengikuti rangkaian HUT Dekranas ke-46, Dekranasda Kabupaten Soppeng menampilkan beragam produk unggulan daerah, di antaranya Wastra Kalong Sutra Cantika Sabbena, karya fesyen dari Mijel Soppeng, fashion etnik Dituta, hingga produk kerajinan Otti Dituta yang mendapat perhatian para pengunjung.
Tak hanya membuka stan pameran, Dekranasda Soppeng juga ambil bagian dalam fashion show dengan menampilkan wastra bermotif Kalong yang dipadukan dengan motif Lagosi. Karya tersebut merupakan hasil kreasi Hj. Nurlela, anggota Dekranasda Kabupaten Soppeng sekaligus pemilik Cantika Sabbena Soppeng, dengan sentuhan desain Mijel Soppeng dan diperagakan oleh anggota Dekranasda Kabupaten Soppeng, Riska Nasrika.
Bupati H. Suwardi Haseng menilai momentum HUT Dekranas menjadi peluang besar untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan kerajinan Soppeng ke tingkat yang lebih luas.
"Kami ingin wastra dan kerajinan khas Soppeng terus berkembang, memberi nilai tambah bagi para perajin dan UMKM, serta mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional. Pemerintah Kabupaten Soppeng akan terus memperkuat pembinaan, inovasi, dan promosi agar produk-produk unggulan daerah semakin dikenal dan memiliki daya saing," ujarnya.
Menurut Suwardi, dikenakannya selendang wastra bermotif "Lagosi Caddi Kalong" oleh Tri Tito Karnavian merupakan sebuah kebanggaan sekaligus bukti bahwa karya perajin Soppeng memiliki kualitas yang layak tampil dan mendapat apresiasi pada panggung nasional.
Momentum tersebut menjadi penegas bahwa wastra Soppeng bukan sekadar produk kerajinan, tetapi juga representasi identitas budaya daerah yang semakin diperhitungkan dan memiliki peluang besar untuk menembus pasar internasional.
0 Komentar