Breaking News

Sawah Lajaroko Jadi Laboratorium Pertanian Modern, Panen Capai 10 Ton per Hektare

PetaRakyat.com, SOPPENG — Hamparan sawah di Lajaroko, Kelurahan Manorang Salo, Kecamatan Marioriawa, menjadi saksi langkah baru pertanian Kabupaten Soppeng. Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng bersama Kepala Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Pangan, Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA, menghadiri panen perdana uji terap budidaya padi modern melalui Program PM-AAS (Pertanian Modern–Advance Agriculture System), Rabu (19/8/2026).

Panen perdana tersebut menjadi momentum penting dalam mendorong transformasi pertanian Soppeng menuju sistem budidaya yang lebih modern, efisien dan produktif. Dari lahan uji terap seluas kurang lebih 20 hektare yang dikelola Kelompok Tani Karuna, hasil panen tercatat mencapai sekitar 10 ton gabah per hektare.

Capaian tersebut menjadi gambaran awal potensi penerapan teknologi pertanian modern sekaligus membuka peluang bagi petani Soppeng untuk mengembangkan pola budidaya yang lebih adaptif terhadap kondisi lahan dan agroekosistem setempat.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian Provinsi Sulawesi Selatan Dr. Zainal Abidin, S.P., M.P., Penanggung Jawab Swasembada Pangan Provinsi Sulawesi Selatan, jajaran balai teknis pertanian, Tim Competitive Grants (CG) ICARE BRMP Tanaman Pangan, Forkopimda Soppeng, serta jajaran perangkat daerah terkait.

Hadir pula Camat Marioriawa beserta unsur Muspika, para kepala desa dan lurah se-Kecamatan Marioriawa, pimpinan dan tim PT Araindo Smart Tani, Tim Kerja Penyuluhan Kabupaten Soppeng, KTNA, Gapoktan, pengelola UPJA, Brigade Pangan dan kelompok tani.

Selain panen, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penyerahan bibit padi unggul jenis Inpari 32 FS kepada dua kelompok tani. Bantuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pengembangan budidaya padi modern sekaligus mendukung peningkatan produktivitas petani.

Program PM-AAS sendiri merupakan pilot project yang mempertemukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga teknis BRMP, penyuluh pertanian dan kelompok tani dalam satu model pengembangan pertanian modern.
Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng menilai pelaksanaan uji terap tersebut menjadi tanda bahwa sektor pertanian di daerahnya mulai bergerak menuju sistem yang lebih maju.

“Dengan ditetapkannya Kabupaten Soppeng sebagai salah satu kabupaten penyelenggara Program PM-AAS, telah memberi harapan besar bagi petani dan merupakan langkah nyata yang strategis dalam mendorong transformasi sistem budidaya padi di Bumi Latemmala,” kata Suwardi.

Menurutnya, teknologi pertanian modern tidak semata-mata diarahkan untuk mengejar peningkatan produksi. Lebih dari itu, penerapannya diharapkan mampu melahirkan model budidaya yang efektif, efisien dan sesuai dengan kondisi agroekosistem lokal.

Model tersebut, kata dia, nantinya dapat dikembangkan dan direplikasi di wilayah lain di Kabupaten Soppeng sehingga manfaatnya tidak berhenti pada lahan uji terap.

Suwardi juga menekankan pentingnya menjadikan kegiatan tersebut sebagai ruang belajar bagi petani. Dengan demikian, petani tidak hanya menerima hasil produksi, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam mengadopsi teknologi pertanian modern secara menyeluruh dan berkelanjutan.

“Dari sawah di Lajaroko ini lahir pertanian modern yang nanti bisa dicontoh daerah lain. Kita ingin suatu hari nanti orang berkata, petani Soppeng adalah petani yang siap menghadapi masa depan,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Soppeng, lanjut Suwardi, berkomitmen memperkuat pengembangan pertanian modern melalui peningkatan kelembagaan petani, sarana dan prasarana pertanian serta penguatan sinergi dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Pangan serta jajaran Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian yang telah mendukung pelaksanaan program tersebut.
Suwardi berharap kolaborasi lintas sektor itu terus diperkuat sehingga penerapan pertanian modern mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas, efisiensi biaya produksi, ketahanan pangan dan kesejahteraan petani Soppeng.

Panen perdana di Lajaroko pun menjadi lebih dari sekadar kegiatan panen. Dari hamparan sawah tersebut, Soppeng tengah menguji sebuah model pertanian yang diharapkan mampu membawa petani menuju sistem produksi yang lebih modern dan siap menghadapi tantangan pertanian masa depan.
Baca Juga

0 Komentar

© Copyright 2022 - PETA RAKYAT