Breaking News

SIMDARA, Inovasi yang Mengelola Inovasi: Cara Soppeng Menata Jejak Gagasan Daerah

PetaRakyat.com, SOPPENG — Sebuah inovasi biasanya hadir untuk menjawab persoalan. Ada yang diciptakan untuk mempercepat pelayanan, memangkas proses birokrasi, memudahkan masyarakat memperoleh informasi, hingga meningkatkan kualitas layanan pemerintah.

Namun di Kabupaten Soppeng, terdapat sebuah inovasi dengan peran yang cukup unik. Ia tidak berdiri di garis depan pelayanan publik. Ia tidak secara langsung melayani masyarakat seperti aplikasi layanan administrasi atau kesehatan.

Justru, inovasi ini bekerja di balik layar.

Tugasnya adalah menghimpun, mencatat, menata dan mengelola berbagai inovasi yang lahir dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Soppeng.

Namanya Sistem Informasi Database Riset dan Inovasi Daerah (SIMDARA).

Dikembangkan di lingkungan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Soppeng, SIMDARA menjadi wadah untuk menghimpun data riset dan inovasi yang tumbuh di berbagai perangkat daerah.

Dengan kata lain, SIMDARA adalah inovasi yang mengelola inovasi.

Mengumpulkan Gagasan dalam Satu Peta

Kepala Bappelitbangda Kabupaten Soppeng, Andi Agus Nongki, S.IP., M.Si., menjelaskan bahwa SIMDARA dibangun untuk memudahkan proses penjaringan inovasi daerah.

Melalui sistem tersebut, laporan inovasi yang disampaikan para inovator dapat dihimpun dalam satu basis data.

Keberadaan data menjadi penting karena inovasi dapat muncul dari berbagai tempat. Dari kantor perangkat daerah, Puskesmas, sekolah, hingga unit-unit pelayanan lainnya.

Tanpa sistem pendataan yang tertata, berbagai gagasan tersebut berpotensi tersebar dan sulit dipetakan.

Padahal, setiap inovasi memiliki perjalanan yang perlu dicatat.

Siapa inovatornya? Persoalan apa yang ingin diselesaikan? Bagaimana inovasi dijalankan? Siapa penerima manfaatnya? Apa hasil yang telah dicapai? Dan bagaimana keberlanjutannya?

Informasi-informasi itulah yang kemudian dihimpun dalam SIMDARA.

Dalam penerapannya, sistem tersebut menjadi salah satu pintu masuk bagi Bappelitbangda untuk melihat perkembangan inovasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Soppeng.

Data yang masuk dapat digunakan untuk proses pembinaan, penilaian dan pengembangan inovasi, termasuk menjadi bahan pelaporan dalam pengukuran Indeks Inovasi Daerah (IID) kepada Kementerian Dalam Negeri.

Pada pelaporan inovasi tahun 2023, misalnya, Bappelitbangda berhasil menghimpun 24 inovasi dari 11 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melalui proses penjaringan tersebut.

Dari Uji Coba hingga Menjadi Ruang Bersama

Pemerintah Kabupaten Soppeng mulai mendapatkan dukungan aplikasi SIMDARA pada 2023. Saat itu, sistem tersebut masih berada dalam tahap uji coba.

Setahun kemudian, pemanfaatannya mulai diarahkan untuk mendukung penjaringan inovasi dari berbagai perangkat daerah.

Perkembangan SIMDARA berjalan seiring dengan meningkatnya kebutuhan pemerintah daerah terhadap data inovasi yang lebih terstruktur.

Bappelitbangda tidak hanya berhadapan dengan satu atau dua inovasi.

Gagasan baru dapat muncul dari berbagai sektor. Sekolah dapat melahirkan inovasi pembelajaran. Puskesmas mengembangkan terobosan pelayanan kesehatan. Perangkat daerah menciptakan inovasi sesuai bidang urusannya.

Bahkan desa dan kelurahan memiliki peluang untuk melahirkan gagasan berdasarkan persoalan yang mereka hadapi.

Semua gagasan tersebut membutuhkan satu hal yang sama: dokumentasi.

Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Daerah Bappelitbangda Soppeng, Andi Dewi Siswati, SE, dalam berbagai kegiatan pembinaan inovasi daerah menempatkan proses pendataan sebagai bagian penting dalam pengembangan inovasi.

Arah yang dibangun Bappelitbangda adalah bagaimana setiap inovasi yang lahir tidak sekadar dilaksanakan, tetapi juga terdokumentasi dengan baik dan memiliki data yang dapat dipertanggungjawabkan.

Tidak Sekadar Aplikasi

SIMDARA bukan hanya soal teknologi atau aplikasi.

Di balik sistem tersebut terdapat proses yang lebih besar.

Pemerintah daerah mendorong unit kerja untuk menemukan persoalan, merumuskan gagasan penyelesaian, mengembangkan inovasi, memasukkan data, hingga mendokumentasikan perkembangan dan hasilnya.

Pada 2024, Bappelitbangda bahkan menggelar workshop bagi para inovator daerah.

Materi yang diberikan antara lain berkaitan dengan indikator inovasi serta tata cara penginputan data ke dalam SIMDARA.

Pesertanya berasal dari berbagai perangkat daerah, Puskesmas hingga sekolah penggerak.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa pengembangan inovasi tidak berhenti ketika sebuah ide berhasil ditemukan.

Sebuah inovasi harus melalui proses yang lebih panjang.

Ia perlu ditemukan, direncanakan, diterapkan, dicatat, dikembangkan, dievaluasi dan diukur manfaatnya.

SIMDARA berada di tengah alur tersebut.

Jika inovasi adalah gagasan dan praktik baru yang lahir dari persoalan di lapangan, maka SIMDARA menjadi tempat pemerintah daerah menyimpan jejak perjalanan dari gagasan tersebut.

Bekerja di Balik Layar

Di titik inilah posisi SIMDARA menjadi menarik.

Ia mungkin tidak selalu terlihat oleh masyarakat secara langsung.

Namun, sistem tersebut memiliki peran penting di balik gerakan inovasi daerah.

Ketika sebuah perangkat daerah melahirkan inovasi, informasi tentang inovasi tersebut dapat masuk ke dalam database.

Ketika inovasi berkembang, datanya dapat diperbarui.

Ketika pemerintah daerah membutuhkan informasi mengenai perkembangan inovasi, database dapat menjadi salah satu sumber rujukan.

Dari sana, pemerintah dapat melihat gambaran yang lebih luas.

Sektor mana yang aktif menghasilkan inovasi.

Unit kerja mana yang telah mengembangkan terobosan.

Inovasi apa yang sedang berjalan.

Dan inovasi mana yang memiliki peluang untuk dikembangkan atau direplikasi.

Dengan demikian, database tidak hanya berisi daftar nama program.

Data tersebut dapat menjadi bahan untuk membaca arah perkembangan inovasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Soppeng.

Pentingnya Data dalam Prestasi Inovasi

Pengelolaan data juga memiliki peran penting ketika inovasi memasuki proses penilaian.

Dalam pengukuran inovasi daerah, dokumen dan bukti pendukung menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan.

Karena itu, kebiasaan mendokumentasikan inovasi sejak awal dapat membantu perangkat daerah ketika harus menyampaikan informasi dan bukti mengenai inovasi yang telah dikembangkan.

Pada 2024, Pemerintah Kabupaten Soppeng meraih predikat Sangat Inovatif dalam pengukuran Indeks Inovasi Daerah.

Prestasi tersebut menjadi bagian dari perjalanan penguatan ekosistem inovasi yang terus didorong pemerintah daerah.

Selain melakukan penjaringan dan penilaian inovasi, Bappelitbangda juga mendorong peningkatan kapasitas ASN melalui berbagai kegiatan pembinaan.

Dalam workshop strategi pengembangan inovasi daerah pada November 2024, Andi Dewi Siswati menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas ASN dalam merumuskan strategi inovasi, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi.

Pandangan itu memperlihatkan bahwa inovasi di Soppeng diarahkan bukan sebagai kegiatan sesaat.

Tetapi sebagai sebuah proses yang terus bergerak.

Agar Inovasi Tidak Hilang Bersama Berakhirnya Program

Tantangan berikutnya adalah memastikan SIMDARA terus hidup.

Sebuah database hanya akan memiliki nilai apabila datanya terus diperbarui.

Para inovator perlu aktif melaporkan perkembangan inovasinya. Perangkat daerah juga perlu menjadikan dokumentasi sebagai bagian dari proses kerja.

Sebab, sebuah inovasi yang tidak terdokumentasi dengan baik berpotensi kehilangan jejaknya.

Ketika sebuah kegiatan selesai, pengalaman, data dan hasilnya bisa saja ikut terlupakan.

Di sinilah pentingnya membangun kebiasaan baru dalam pemerintahan.

Setiap gagasan yang dikembangkan perlu memiliki catatan.

Setiap program inovatif perlu memiliki ukuran.

Dan setiap hasil perlu didukung dengan bukti.

Dengan cara tersebut, inovasi tidak berhenti ketika sebuah kegiatan selesai.

Ia meninggalkan jejak.

Jejak berupa data.

Dari data itulah pemerintah dapat melihat kembali apa yang telah dilakukan, mengukur manfaatnya, menemukan kekurangannya, kemudian menentukan apakah sebuah inovasi layak diteruskan, dikembangkan atau bahkan direplikasi di tempat lain.

Inovasi yang Mengelola Inovasi

Pada akhirnya, SIMDARA menempati posisi yang cukup unik dalam ekosistem inovasi Kabupaten Soppeng.

Ia bukan inovasi yang tampil langsung di garis depan pelayanan masyarakat.

Ia bekerja di ruang yang lebih administratif sekaligus strategis.

Mengumpulkan.

Mencatat.

Mengelola.

Dan menata informasi tentang berbagai inovasi yang lahir dari lingkungan pemerintahan.

Namun justru dari ruang yang bekerja di balik layar itu, pemerintah daerah dapat melihat gambaran yang lebih utuh mengenai gerakan inovasi yang berlangsung di berbagai unit kerja.

SIMDARA membantu memastikan inovasi tidak berjalan sendiri-sendiri, tidak kehilangan dokumentasi, dan memiliki data yang dapat digunakan untuk pengembangan di masa depan.

Karena inovasi yang baik bukan hanya tentang lahirnya sebuah gagasan baru.

Tetapi juga tentang bagaimana gagasan tersebut dicatat, diukur, dikembangkan dan diwariskan menjadi pembelajaran.

Dan di Kabupaten Soppeng, salah satu upaya untuk menjaga jejak itu bernama SIMDARA — inovasi yang mengelola inovasi.
Baca Juga

0 Komentar

© Copyright 2022 - PETA RAKYAT