Breaking News

52 Inovasi Daerah Siap Bawa Soppeng Berlaga di Innovative Government Award 2026

PetaRakyat.com, SOPPENG — Kabupaten Soppeng menunjukkan geliat inovasi di lingkungan pemerintahan. Sebanyak 52 inovasi daerah berhasil dijaring untuk mengikuti Innovative Government Award (IGA) Tahun 2026, dengan keterlibatan mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD) hingga pemerintahan desa.

Penjaringan tersebut resmi ditutup pada 31 Agustus 2026 pukul 23.59 WIB. Dari 52 inovasi yang terkumpul, Dinas Kesehatan menjadi perangkat daerah dengan kontribusi terbanyak, yakni 30 inovasi.

Disusul Dinas Pendidikan dengan 12 inovasi dan Dinas P3AP2KB sebanyak lima inovasi. Sementara itu, Dinas PUPR menyumbangkan dua inovasi, sedangkan Dinas PTSPNakertrans, Bappelitbangda, serta Desa Tellu LimpoE masing-masing mengajukan satu inovasi.
Capaian ini memperlihatkan bahwa upaya membangun budaya inovasi di Kabupaten Soppeng mulai bergerak di berbagai sektor. Inovasi tidak lagi hanya muncul dari perangkat daerah, tetapi juga mulai berkembang hingga tingkat pemerintahan desa.

Kepala Bappelitbangda Kabupaten Soppeng, Andi Agus Nongki, S.IP., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada seluruh inovator yang telah berkontribusi dalam penjaringan IGA 2026.

Menurutnya, puluhan inovasi tersebut merupakan bentuk upaya perangkat daerah, unit kerja, maupun pemerintah desa dalam mencari solusi atas berbagai persoalan pelayanan publik dan penyelenggaraan pemerintahan.

“Terima kasih dan apresiasi kami kepada seluruh inovator yang sudah berkontribusi. Setiap inovasi yang diajukan menunjukkan adanya upaya dari perangkat daerah dan pemerintah desa untuk terus memperbaiki pelayanan dan tata kelola pemerintahan,” kata Andi Agus.

Namun, ia menegaskan bahwa proses tersebut tidak boleh berhenti hanya pada tahap pelaporan untuk mengikuti IGA. Inovasi yang telah diterapkan perlu terus dikembangkan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Andi Agus juga mengingatkan bahwa jumlah inovasi bukan menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan. Kualitas pelaksanaan, keberlanjutan, manfaat, serta dampak yang dihasilkan menjadi aspek penting yang harus diperkuat.
“Kita harapkan bukan banyaknya inovasi yang dilaporkan. Yang lebih penting bagaimana inovasi itu benar-benar berjalan, berkelanjutan dan memberikan manfaat serta dampak yang nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

SIMDARA Jadi Basis Pengelolaan Data Inovasi

Dalam proses penjaringan IGA 2026, Bappelitbangda Kabupaten Soppeng memanfaatkan SIMDARA atau Sistem Informasi Database Riset dan Inovasi Daerah.

Sistem tersebut digunakan untuk menghimpun, mengelola, memeriksa hingga memvalidasi data inovasi beserta dokumen pendukung sebelum diajukan ke aplikasi IGA.

Kepala Bidang Litbang Bappelitbangda Kabupaten Soppeng, Andi Dewi Siswati, SE., mengatakan pemeriksaan awal menjadi bagian penting untuk memastikan setiap inovasi memiliki data dukung yang memadai.

“Data inovasi yang masuk tidak hanya dihimpun, tetapi juga diperiksa kelengkapan dan kesesuaiannya dengan indikator pengukuran. Kita melihat bukti implementasi, keberlanjutan, manfaat dan dampak yang bisa dipertanggungjawabkan,” kata Andi Dewi.

Menurutnya, keberadaan SIMDARA membantu pemerintah daerah membangun database inovasi secara lebih terintegrasi dan terdokumentasi. Data yang tersusun dengan baik juga akan mempermudah proses pembinaan dan evaluasi inovasi di tingkat daerah.

Meski demikian, masih terdapat ruang yang perlu diperkuat dalam pengembangan inovasi di Soppeng, khususnya inovasi yang berkaitan dengan urusan wajib pelayanan dasar.

Dalam pengukuran Indeks Inovasi Daerah (IID), terdapat enam urusan wajib pelayanan dasar yang menjadi bagian dari aspek mandatori, yakni pendidikan, kesehatan, sosial, pekerjaan umum dan penataan ruang, perumahan rakyat dan kawasan permukiman, serta ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat.

Keterwakilan minimal lima dari enam urusan tersebut perlu menjadi perhatian dalam pelaporan inovasi daerah.

“Ke depan, kami mendorong OPD pelaksana SPM lebih aktif mengidentifikasi inovasi yang sudah maupun sedang dilaksanakan. Inovasi tersebut perlu didokumentasikan, dilengkapi data dukung, kemudian diukur manfaat dan dampaknya,” jelasnya.

Dorongan tersebut dinilai penting agar berbagai inovasi yang telah berjalan di perangkat daerah tidak terlewat dari database inovasi daerah. Terlebih, inovasi yang berkaitan langsung dengan pelayanan dasar memiliki peran strategis dalam mendorong peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat.

Perjalanan IGA 2026 Masih Berlanjut

Setelah tahap penjaringan ditutup, proses menuju Innovative Government Award 2026 masih akan melalui sejumlah tahapan.

Pengukuran data inovasi dijadwalkan berlangsung pada September hingga Oktober 2026. Daerah yang masuk sebagai nominator selanjutnya akan mengikuti tahapan presentasi kepala daerah pada November.
Tahapan berikutnya berupa validasi lapangan yang direncanakan berlangsung pada akhir November 2026. Sementara penganugerahan Innovative Government Award 2026 dijadwalkan berlangsung di Provinsi Sumatera Barat pada awal Desember 2026.

Bagi Kabupaten Soppeng, 52 inovasi yang berhasil dijaring menjadi pijakan untuk terus memperkuat budaya inovasi di lingkungan pemerintahan.

Bappelitbangda akan melanjutkan koordinasi, pembinaan, pendampingan, monitoring dan evaluasi, termasuk melalui pengelolaan data inovasi dalam SIMDARA.

Target akhirnya bukan sekadar menambah jumlah inovasi yang tercatat, tetapi memastikan setiap inovasi memiliki kualitas pelaksanaan, keberlanjutan, serta manfaat dan dampak yang dapat dibuktikan.

Dengan demikian, inovasi daerah diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen pelaporan, melainkan benar-benar menjadi bagian dari upaya memperbaiki tata kelola pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat Kabupaten Soppeng.
Baca Juga

0 Komentar

© Copyright 2022 - PETA RAKYAT